Breaking News

Cara Mengatasi Temper Tantrum Pada Anak

Perilaku anak balita yang berlebihan dan emosional kerap kali dianggap sebagai kenakalan. Ada pula sebagian orang yang menganggap karena kesalahan orang tua dalam memberikan pola asuh maupun didikan saat bayi. Sebenarnya, benarkah masalahnya demikian? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Tentu sebagai orang tua maupun calon orang tua, harus banyak belajar tentang cara mendidik anak dan mempelajari psikologi anak. Karena sebagian besar pengaruh psikologi anak bergantung pada lingkungan yang paling dekat, yakni orang tua dan keluarga. Ayah dan bunda tentu punya banyak pilihan tempat untuk belajar tentang psikologi, salah satu tempat belajar psikologi yang tepat yaitu Kampus Psikologi.com.

Kampus Psikologi

kampus psikologi

Kampus Psikologi.com adalah suatu situs yang menyediakan berbagai artikel psikologi berkualitas. Tujuannya tidak lain adalah untuk menjadi pusat edukasi psikologi bagi masyarakat Indonesia tentang kesehatan mental. Salah satunya yaitu tentang bagaimana cara mengatasi temper tantrum pada anak.

Temper tantrum merupakan sikap anak kecil yang biasanya diungkapkan dengan nada marah, menangis, dan dengan perilaku di luar kontrol emosinya. Biasanya, hal itu dijadikan senjata kepada orang tua agar permintaannya segera dipenuhi. Jika ayah dan bunda mendapati putra / putrinya mengalami hal tersebut, berikut cara mengatasinya.

  1. Tidak terlalu memanjakan

Faktor lingkungan sudah sangat berpengaruh bagi anak usia 2 sampai 5 tahun. Jika orang tua selalu memanjakan anaknya, maka si kecil akan merasa kurang percaya diri dan kesulitan saat berada di lingkungan luar.

  1. Tidak membandingkan

Setiap anak dianugerahi dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, jangan membandingkan kekurangan anak dengan kelebihan anak lain. Karena pola asuh saat kecil akan membentuk karakter anak hingga ia dewasa.

  1. Beri penghargaan

Memberikan penghargaan atau apresiasi terhadap anak itu perlu. Meskipun sekedar mengucapkan bangga kepada anak, bahkan saat gagal dalam suatu hal, tetaplah apresiasi usahanya. Begitu pula dengan pemberian hukuman. Buat kesepakatan dalam pembuatan aturan, sehingga ketika ia melanggar, anak akan merasa bertanggung jawab dalam pemberian hukumannya, serta berusaha mematuhi aturan.

Setidaknya 3 cara tersebut dapat membantu mengatasi tantrum pada anak. Jangan lupa kunjungi Kampus Psikologi.com untuk mempelajari terkait psikologi yang lain, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *